Semua Bermula dari Hati

 

– Diambil dari Renungan Gereja Kristus Yesus –

 

Baca: Amsal 4

Penulis Amsal menekankan betapa pentingnya mendengarkan, memperhatikan, dan berpegang kepada hikmat kebijaksanaan karena hikmat itu perlu untuk menjaga mereka yang memperoleh hikmat. Hikmat dan ajaran hikmat perlu dipelihara dari generasi yang satu ke generasi yang lain, seperti yang diterima oleh penulis (Raja Salomo) dari kedua orang tuanya untuk diteruskan ke generasi selanjutnya. Salah satu pokok ajaran Salomo adalah bahwa untuk mendapatkan hikmat, kita harus berusaha memperoleh hikmat (4:7). Hikmat selalu bisa dicari dan mereka yang tekun mencari akan mendapatkannya (2:4; 8:17). Inilah tema utama dari Kitab Amsal, yaitu “Permulaan hikmat adalah takut akan Tuhan” (1:7).

 

Di dalam bagian ini, kita diingatkan bahwa di dalam kehidupan kita, selalu ada dua jalan yang saling bertolak belakang yang harus kita pilih, yaitu jalan orang benar (jalan yang dijaga oleh hikmat) dan jalan orang fasik (jalan orang jahat). Kecenderungan hati orang fasik adalah terus berusaha membuat orang benar tersandung. Namun, jalan orang benar yang dibimbing oleh hikmat makin lama makin terang seperti terang fajar yang makin bersinar sampai pada tengah hari. Hal ini berbeda sekali dengan jalan orang jahat. Mereka yang membuat orang lain tersandung (4:16) akan tersandung sendiri tanpa sebab yang mereka ketahui (4:19).

 

Dari manakah terpancar semua rencana jahat orang jahat dan perbuatan baik dari orang benar? Semuanya itu terpancar dari dalam hati (4:21, 23). Kita perlu senantiasa bertanya di dalam hati apakah kita mempunyai hati yang takut kepada Tuhan. Jika ya, kita berada di jalan yang benar dan lurus, tidak menyimpang dari jalan yang benar

 

“Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan.” Amsal 4:23

 

 





Renungan