JUJUR TIDAK AJUR

 

Amsal 12:21-28

Tangan orang rajin memegang kekuasaan, tetapi kemalasan mengakibatkan kerja paksa. (Amsal 12:24)

 


Asisten rumah tangga, yang pernah membantu kami sepuluh tahun yang lalu, sekarang sudah menjadi karyawan tetap di sebuah rumah sakit yang cukup besar sebagai asisten perawat. Kami kagum atas keberhasilannya beralih profesi. Ia mengatakan bahwa rahasia keberhasilan adalah bekerja dengan jujur dan rajin. 

Kitab Amsal banyak berbicara mengenai orang jujur dan orang rajin. Dengan orang jujur Ia bergaul erat (Ams. 3:32), doa orang jujur dikenan-Nya (Ams. 15:8). Tangan yang lamban membuat miskin. Sebaliknya, tangan orang rajin menjadikan kaya (Ams. 10:4), memegang kekuasaan (ay. 24), memperoleh harta yang berharga (ay. 27), dan berkelimpahan (Ams. 13:4). 

Tidak mudah menjadi orang jujur dan rajin sekarang ini. Tidak sedikit orang yang memilih hidup dan bekerja dalam ketidakjujuran dan kemalasan. Mereka berprinsip, "Jujur malah ajur" (bahasa Jawa), artinya jika kita jujur kita pasti akan hancur. Mereka bekerja sekadar untuk mendapatkan haknya setiap bulan tanpa mau bekerja keras. 

Sebagai orang percaya, hendaknya kita hidup dan bekerja dengan jujur dan rajin. Orang rajin tidak akan menunda-nunda pekerjaan, tidak menyia-nyiakan waktu dan kesempatan yang ada. Jangan minder dan putus asa bila orang tidak memperhitungkan profesi kita saat ini. Selama kita bekerja dengan jujur dan rajin, dengan penyertaan dan perkenan Tuhan, Tuhan sanggup menjadikan kita berhasil dan memberikan promosi ke jabatan yang lebih baik.

Dikutip dari renunganharian.net


HIDUP DALAM KEJUJURAN DAN KERAJINAN MENANDAKAN
BAHWA KITA MENGANDALKAN PENYERTAAN TUHAN





Renungan