GIA Genuk Indah



SEJARAH SINGKAT GIA GENUK INDAH

Awal Perintisan


Awal berdirinya Gereja Isa Almasih Genuk Indah dimulai dari adanya rencana pembukaan daerah “real estate” di kelurahan Gebangsari, kecamatan Genuk.

Sebuah perusahaan developer real estate yang bernama Perumahan Genuk Indah.Seiring dengan dimulainya pembangunan rumah, semakin banyak peminat/masyarakat yang ingin memiliki tempat tinggal di Perumahan Genuk Indah.Sebagian masyarakat yang tinggal di perumahan adalah orang Kristen, di antaranya adalah warga jemaat Gereja Isa Almasih Pringgading, Semarang. 


Mengingat lokasi perumahan yang dirasakan agak jauh dari kota Semarang, maka banyak orang Kristen yang mengalami kesulitan untuk beribadah di gereja. Melihat fakta tersebut Bp. Sugiyanto dan Bp. Hulman Panjaitan yang adalah rohaniwan Gereja Isa Almasih Pringgading yang menempati rumah tinggal rohaniwan Genuk Indah tergerak dan bekerja sama untuk melayani jemaat yang tinggal di perumahan tersebut.

 

Pada bulan Pebruari 1985 dimulailah pelayanan Kelompok Persekutuan Keluarga(KPK) setiap hari Jumat. Persekutuan tersebut mendapat respon yang positif dengan hadirnya 15 jemaat Tuhan.Dalam kurun waktu dua bulan tepatnya pada peringatan hari Paskah, 7 April 1985 status KPK ditingkatkan menjadi pelayanan ibadah umum Pos Pekabaran Injil (Pos PI) menempati rumah di Jl. Kapas Timur III/G-956. 

Ibadah peneguhan berdirinya Pos PI Genuk Indah diadakan bertepatan dengan perayaan Paskah yang dilayani oleh Pdt. Hanna Sebadja dan dihadiri 35 jemaat serta tamu undangan lainnya. Semenjak itu berbagai kegiatan ibadah berjalan dengan lancar, baik kpk, KAA maupun perayaan Paskah dan Natal. 

 

Perkembangan dari Pos PI ke Pendewasaan


Melihat perkembangan jemaat Tuhan maka Pos PI Genuk Indah membutuhkan tempat ibadah yang permanen.Maka pada tahun 1987 jemaat berhasil membeli tanah seluas 620m²di daerah Gebangsari yang rencananya akan dibangun gedung gereja. Namun rencana itu mengalami hambatan dari masyarakat yang tidak menginginkan hadirnya sebuah gereja. 


Hambatan tersebut menjadikan bahan pergumulan doa Jemaat Tuhan untuk berharap serta berserah pada Tuhan. 

Kegagalan membangun gereja di kelurahan Gebangsari, ternyata Tuhan memberikan hikmat kepada Bp. Hulman Panjaitan untuk mencari tanah yang dapat dibeli dan didirikan gereja.Tuhan menunjukkan sebidang tanah dan bangunan gereja yang terletak di Jl. Kapas Tengah Raya. F.808 milik Gereja Jemaat Kristus Indonesia(JKI) “Hosana” Semarang, yang tidak difungsikan sebagai tempat ibadah.

 

Pada hari-hari biasa mereka bersekutu di rumah, sedangkan gedung gereja sesekali dipakai untuk acara Kebaktian Kebangunan Rohani(KKR). 

Melihat kondisi itu maka Bp. Hulman Panjaitan berusaha mendekati pengurus JKI untuk dapat dibeli. Pendekatan tersebut berhasil dengan persyaratan bahwa status tanah dan gedung akan menjadi milik Pos PI Genuk Indah dengan cara mengganti harga tanah dan bangunan. Kemudian Majelis GIA jemaat Pringading membeli tanah dan bangunan tersebut untuk dipergunakan sebagai tempat ibadah Pos PI Genuk Indah.

 

Setelah menjadi milik Pos PI Genuk Indah gedung tersebut difungsikan sebagai tempat ibadah jemaat.Peresmian penggunaan sebagai tempat ibadah dilaksanakan pada hari Minggu tanggal 4 November 1990 oleh Pdt. Indrawan Eleeas yang disertai dengan perjamuan kudus.Sejak itu kegiatan ibadah Pos PI Genuk Indah difokuskan di Gereja Isa Almasih yang terletak di Jl. Kapas Tengah Raya F.808.Selanjutnya gedung gereja direnovasi/dibangun sebagai persiapan untuk pendewasaan. 

Pada hari Minggu tanggal 27 Oktober 1991 Pos PI Genuk Indah diresmikan menjadi jemaat dewasa oleh jemaat induk Gereja Isa Almasih jemaat Pringgading. Peresmian pendewasaan jemaat tersebut dilaksanakan oleh Majelis Pusat Harian Sinode Gereja Isa Almasih. 

Gereja Isa Almasih Genuk Indah didewasakan menjadi jemaat GIA ke-67 dan Pdm. Hulman Panjaitan ditahbiskan menjadi Gembala Sidang. Dalam Ibadah tersebut juga dilaksanakan pelantikan Majelis jemaat yang pertama yang terdiri dari :Bp. Herman Winatha, Bp. Sutanto Saputra, Bp. Bagus Mitjoro dan Bp. Hermawan Widodo. DinamikaPerkembangan GIA Genuk Indah (th 1991 – 1997) 

Pada awal pendewasaan jemaat GIA Genuk Indah berjumlah 185 jiwa.Dalam perkembangan pelayanan gereja sampai tahun 1996 jemaat mencapai 25 anggota dewasa dan 75 anak-anak serta memiliki satuTempat Pembinaan Rohani(TPR) di perumahan Pondok Raden Patah, Sayung, Demak.

 

Pada tahun 1993 Sdr. Daniel Gunadi bergabung sebagai rohaniwan GIA Genuk Indah yang membantu pelayanan di bidang KAA, PRBK dan sebagai koordinator YBKI/PPA. Dalam Perayaan HUT ke-3 GIA Genuk Indah dilantiklah Kemajelisan periode 1994-1997 yaitu: Pdm. Hulman Panjaitan, Bp. Herman Winatha, Ibu Magdalena Rinawati, Bp. Hermawan Widodo dan Bp. Bagus Mitjoro. Yang unik dari gereja ini adalah apabila ada program, maka program itu disampaikan kepada jemaat kemudian didoakan dan didukung bersama dengan carapersembahanjanji iman. 

Adapun visi dan misinya adalah: 
1. Pertumbuhan jemaat dengan program 1:1:1 ( artinya satu anggota bawa satu jiwa dalam satu tahun). 
2. Program PI Pribadi. 
3. Dirintis kebaktian umum dua kali dalam satu minggu. 
4. Program/kegiatan sosial bekerjasama dengan Yayasan Bantuan Kasih Indonesia(YBKI)(sekarang bernama Yayasan Compassion Indonesia(YCI) membiayai anak-anak TK-SD (maksimal 10 tahun). 
5. Pengembangan gedung gereja dengan rencana pembuatan balkon berkapasitas 100 orang. 

Dalam perjalanan pelayanan GIA Genuk Indah banyak mengalami pertumbuhan secara kuantitas dan kualitas.Hal itu ditandai dengan semakin tertata program dan kegiatan pelayanan di setiap seksi.

 

Namun demikian gereja menghadapi tantangan dari dalam yaitu pengunduran diri Pdm. Daniel Gunadi untuk memenuhi panggilan pelayanan di GUP Solo, demikian juga memasuki tahun 1997 GIA Genuk Indah mengalami suatu tantangan/pergumulan yaitu Pdt. Hulman Panjaitan mengundurkan diri dari jabatan Gembala Sidang.

 

Menyadari hal itu majelis jemaat berusaha untuk segera mengatasi tantangan pelayanan dengan mencari Gembala Sidang yang baru.Selama satu tahun GIA Genuk Indah mengalami kevakuman pemimpin jemaat / Gembala Sidang. 

 

 

Dari Pdt. Hulman Panjaitan – Pdt. Andreas Kristianto (th 1998 – 2010)


Pdt. Andreas Kristianto,S.Th yang adalah rohaniwan dari GIA jemaat Dr. Cipto menerima panggilan pelayanan di GIA Genuk Indah. Beliau ditahbiskan sebagai Gembala Sidang GIA Genuk Indah oleh MPH Sinode GIA, pada tanggal 27 Oktober 1998 bersamaan dengan peringatan HUT ke-7 GIA Genuk Indah. Pada periode pelayanan ini beliau dibantu oleh tiga(3) orang rohaniwan yaitu Pdm. Yoseph Rohadi,S.Th., Pdm. Yosua Wardaya, S.Th. dan Pdm. Yeremia Maryono, S.Th.(penanggungjawab GIA Genuk Indah TPI Srondol/RM Miranda). 

Demikian juga majelis (diaken,penatua) secara periodik membantu pelayanan beliau. Selama kepemimpinan beliau komposisi personil majelis dipilih dari unsur jemaat GIA Genuk Indah maupun TPI Srondol/RM Miranda. Banyak perubahan dan kemajuan yang dapat dirasakan oleh jemaat dalam era kepemimpinan Pdt. Andreas Kristianto,S.Th. Dari segi penampilan fisik gereja banyak mengalami perubahan dan semakin dipercantik. Banyak program-program pelayanan yang telah dilaksanakan demi kemajuan pelayanan dan kedewasaan jemaat Tuhan, antara lain: 

1. Peningkatan SDM para aktifis gereja, melalui SOM (School of Ministry), retret, seminar-seminar. 
2. Retreat pengerja, Kebaktian Pasutri, KKR untuk meningkatkan kualitas iman jemaat. 
3. Peningkatan peran serta gereja dalam masyarakat melalui PPA/Compassion, Aksi Sosial/diakonia terhadap masyarakat yang kurang beruntung secara berkala. 
4. Membangun kerjasama dengan PGKS, lembaga-lembaga misi dsb. 

Dalam masa kepemimpinannya, Pdt. Andreas Kristianto telah memberi kesempatankepada rohaniwan yang telah mendampingi beliau dalam pelayanan untuk mengembangkan pelayanan yaitu kepada Pdt. Yoseph Rohadi untuk menjadi Gembala Jemaat GKMI Blora dan Pdt. Yosua Wardaya menjadi Gembala Jemaat GIA Lobak. 
Sedangkan Pdt. Yeremia Maryono (bersama jemaat TPI Srondol) bergabung sebagai tenaga rohaniwan di GIA jemaat Banyumanik karena tempat ibadah(RM Miranda) dijual oleh pemiliknya. Pada periode kepemimpinan beliau juga, Pdt. Daniel Gunadi telah bergabung kembali sebagai rohaniwan di GIA Genuk Indah pada pertengahan tahun 2004. 

Bp. Philipus Sukardi yang telah purna tugas dari PNS dan telah menyelesaikan studi teologi di STBI juga bergabung sebagai hamba Tuhan di GIA Genuk Indah. 


Dari Pdt. Andreas Kristianto – Pdt. Daniel Gunadi (th 2010 - saat ini)


Pada tanggal 27 Oktober 2010, dalam rangka suksesi kepemimpinan Pdt. Andreas Kristianto, M.Th. menyerahkan tongkat estafet kepemimpinan kepada Pdt. Daniel Gunadi, M.Th. di dalam Ibadah Pentahbisan Gembala Jemaat dan Pentahbisan Pdm. Philipus Sukardi, S.Th. sebagai pendeta. Dalam rangka melanjutkan kepemimpinan yang telah dirintis oleh para pendahulunya, Pdt. Daniel Gunadi mengajak seluruh jemaat GIA Genuk Indah untuk menghidupi: 

Visi: 
“Jemaat GIA Genuk Indah menjadi teladan hidup di tengah lingkungan masyarakat dan berkarya nyata sebagai garam dan terang dunia.” (visi GIA Genuk Indah, 2010 -2030). 

Misi : 
”Menjadi Jemaat yang dewasa rohani, menjadi pelopor hidup dalam kebenaran, menjadi agen perubahan sehingga jemaat/masyarakat hidup dengan sehat, aman, damai dan sejahtera.” 

Core Values (Nilai-nilai utama) 
• Kejujuran (honesty) 
• Rendah hati (humble) 
• Iman (faith) 
• Kasih (love) 
• Kerjasama (teamwork) 
• Rela Berkorban(sacrifice) 

Visi misi tersebut akan diwujudkan dalam program kerja per kwartal(sesuai periodisasi kemajelisan). 
• Pembenahan/konsolidasi internal (th 2014 – 2018) 
• Pembinaan pengerja, peningkatan usaha-usaha misi(th 2018 – 2022) 
• Meningkatkan pelayanan pendidikan/PAUD, day care (th 2022 – 2026) 
• Mengirim utusan-utusan Injil, pembukaan pos pelayanan(th 2016 – 2030) 

Berbagai kegiatan pelayanan baik internal maupun eksternal terus dilakukan dalam kehidupan jemaat GIA Genuk Indah. Melalui kegiatan seperti: KKR, retret, refreshing day, pembinaan musik/pujian, pengobatan gratis untuk masyarakat, donor darah, kegiatan live-in di gereja-gereja lain/pedesaan, dsb diharapkan jemaat terus menghidupi tema “Berakar kuat, berbuah lebat” bagi kemuliaan Tuhan. 


Pusat Pengembangan Anak-anak (PPA) IO-895 Harapan Kita 

Pusat Pengembangan Anak-anak (PPA) adalah lembaga yang dibentuk sebagai hasil kerjasama GIA jemaat Genuk Indah dengan Yayasan Compassion Indonesia/YCI (dulu bernama Yayasan Bantuan Kasih Indonesia/YBKI untuk memberikan pelayanan secara holistik kepada anak-anak yang berada di bawah garis kemiskinan. 

Pada awal pembentukannya, tahun 1993, GIA Genuk Indah bekerjasama dengan TPI Karangroto/Banjardowo, dan TPI Tanggungrejo di bawah naungan GIA Pringgading.Hal ini dilakukan untuk memenuhi persyaratan awal kuota jumlah yang dilayani sebanyak 50 anak.Pelayanan yang makin berkembang serta jumlah anak yang makin bertambah, menyebabkan TPI Karangroto dan TPI Tanggungrejo memutuskan untuk mengelola sendiri PPA di tempat masing-masing. 

Kegiatan PPA diadakan setiap hari di gereja: pk. 09. 00 – 14.00 wib (kegiatan administrasi), pk. 15.00- 17.00 wib(kegiatan anak). Pelayanan holistik yang diadakan di PPA meliputi empat(4) bidang yaitu spiritual, fisik, kognitif dan sosio-emosional yang terangkum dalam program/kegiatan, yang disesuaikan dengan kebutuhan gereja lokal/kontekstual, yaitu: 

• Spiritual: kebaktian, PA, caracter building, retret, dsb 
• Fisik : olah raga, kesehatan(pemeriksaan rutin, pengobatan), makanan bergizi,dsb 
• Kognitif: bimbingan belajar, life skill/ketrampilan, dsb 
• Sosio-emosional: eduwisata, bermain/games, outbound dsb 

Sejak tahun 1993 hingga tahun 2016 ini PPA IO-895 Harapan Kita, GIA Genuk Indah telah melayani 503 anak(berdasarkan catatan Buku Induk PPA), yang masih aktif mengikuti kegiatan 167 anak, dari berbagai latar belakang agama/keyakinan. Banyak lulusan PPA yang telah bekerja di perusahaan, wiraswata bahkan telah menyelesaikan studi hingga tingkat sarjana. 

Meskipun hasil tuaian jiwa belum begitu nampak secara signikan, namun tugas bersaksi dan menaburkan berita keselamatan terus kami lakukan, karena kami meyakini berita Injil yang ditaburkan tidak akan kembali dengan sia-sia. Kegiatan PPA akan terus dikembangkan menjadi sarana yang efektif bagi gereja untuk bersaksi, menjadi garam dan terang dunia. 



Gereja Isa Almasih Genuk Indah Semarang





Renungan